<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497</id><updated>2009-12-19T08:05:17.932+07:00</updated><title type='text'>dick-art's site</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-7720782001786042807</id><published>2008-10-08T11:37:00.002+07:00</published><updated>2008-10-08T11:45:51.424+07:00</updated><title type='text'>Menghargai Orang Lain</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.&lt;br /&gt;Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,&lt;i&gt; "Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata &lt;b&gt;"tolong",&lt;/b&gt; setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan &lt;b&gt;"maaf",&lt;/b&gt; saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. &lt;br /&gt;Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan &lt;b&gt;"terima kasih"&lt;/b&gt; kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. &lt;br /&gt;Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembaca Yang Budiman,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kata &lt;b&gt;"terimakasih, maaf, dan tolong"&lt;/b&gt; adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.&lt;br /&gt;Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap &lt;b&gt;keteladanan&lt;/b&gt; lewat &lt;b&gt;cara berpikir, ucapan,&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;tindakan&lt;/b&gt; yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu &lt;b&gt;menghargai orang lain&lt;/b&gt; minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Andrie Wongso&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-7720782001786042807?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/7720782001786042807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=7720782001786042807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7720782001786042807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7720782001786042807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/10/menghargai-orang-lain.html' title='&lt;b&gt;Menghargai Orang Lain&lt;/b&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-1231879842559936822</id><published>2008-09-17T15:22:00.003+07:00</published><updated>2008-09-17T15:33:54.544+07:00</updated><title type='text'>Tanggung Jawab Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat yang artinya : (Kepada para malaikat diperintahkan) “Kumpulkanlah orang-orang yang dzalim beserta teman sejawat merekadan sembah-sembahan yangselalu mereka sembah, selain Allah: maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Dan tahanlah mereka di tempat perhentian karena mereka sesungguhnya mereka akan ditanya ( dimntai pertanggungjawaban ).”&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengulangi ayat tersebut beberapa kali karena merenungi besarnya tanggungjawab seorang pemimpin di akhirat bila telab melakukan kedzaliman. Dalam riwayat lain Umar bin Khatab r.a. mengungkapkan besarnya tanggung jawab seorang pemimpin di akhiarat nanti dengan kata-katanya yang terkenal : “Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad nicaya Umar akan dimintai pertanggungjawabannya, seraya ditanya : Mengapa tidak meratakan jalan untuknya ?” Itulah dua dari ribuan contoh yang pernah dilukiskan para salafus sholih tentang tanggungjawab pemimpin di hadapan Allah kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya tanggungjawab dalam Islam itu berdasarkan atas perbuatan individu saja sebagaimana ditegaskan dalam beberapa ayat seperti ayat 164 surat Al An’am&lt;br /&gt;“Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al Mudatstsir ayat 38 dinyatakan “Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telahdiperbuatnya” &lt;br /&gt;Akan tetapi perbuatan individu itu merupakan suatu gerakan yang dilakukan seorang pada waktu, tempat dan kondisi-kondisi tertentu yang mungkin bisa meninggalkan bekas atau pengaruh pada orang lain. Oleh sebab itu apakah tanggung jawab seseorang terbatas pada amalannya saja ataukah bisa melewati batas waktu yang tak terbatas bila akibat dan pengaruh amalannya itu masih terus berlangsung mungkin sampai setelah dia meninggal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang cerdas selayaknya merenungi hal ini sehingga tidak meremehkan perbuatan baik sekecil apapun dan tidak gegabah berbuat dosa walau sekecil biji sawi. Mengapa demikian ? Boleh jadi perbuatan baik atau jahat itu mula-mula amat kecil ketika dilakukan, akan tetapi bila pengaruh dan akibatnya terus berlangsung lama, bisa jadi akan amat besar pahala atau dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menyatakan&lt;br /&gt;"Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan." (Yaasiin 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menegaskan bahwa tanggangjawab itu bukan saja terhadap apa yang diperbuatnya akan tetapi melebar sampai semua akibat dan bekas-bekas dari perbuatan tersebut. Orang yang meninggalkan ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah atau anak yang sholeh , kesemuanya itu akan meninggalkan bekas kebaikan selama masih berbekas sampai kapanpun. Dari sini jelaslah bahwa Orang yang berbuat baik atau berbuat jahat akan mendapat pahala atau menanggung dosanya ditambah dengan pahala atau dosa orang-orang yang meniru perbuatannya. Hal ini ditegaskan dalam Surat An nahl 25&lt;br /&gt;“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat dan sebagian dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita merenung sejenak seraya bertanya: “apabila yang memerintah kejahatan atau kedurhakaan itu seorang pemimpin yang memilik kekuasaan penuh, apakah dia saja yang akan menanggung dosanya dan dosa rakyatnya karrena mereka dipaksa ? Ataukah rakyat juga harus menaggung dosanya walau ia lakukan di bawah ancaman paksaan tersebut ?” Menurut hemat saya, seorang penguasa dianggap tidak memaksa selama raksyat masih bisa memiliki kehendak yang aada dalam dirinya. Perintah seorang pimpinan secara lisan maupun tulisan tidak berarti melepaskan seorang bawahan dari tanggungjawab atas semua perbuatannya. Alquran mencela orang-orang yang melakukan dosa dengan alasan pimpinannya menyuruh berbuat dosa. Allah menyatakan sbb.&lt;br /&gt;“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul” Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami , lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar”. (Al ahzab 66-67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membantah mereka dengan tegas&lt;br /&gt;“Harapanmu itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya dirimu sendiri . Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu. (Az Zukhruf 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah bahwa pemimpin yang dzalim tidak akan bisa memaksa hati seseorang kendati mampu memaksa yang lahiriyahnya. Oleh sebab itu rakyat atau bawahanpun harus bertanggung jawab terhadap akidahnya dan perbuatannya kendati di sana ada perintah dan larangan pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan hukum paksaan yang menimpa orang-orang lemah yang ditindas penguasa yang mengancam akan membunuhnya dan memang bisa dilaksanakan. Hal ini pernah terjadi pada masa awal Islam di Makkah dimana orang yang masuk Islam di paksa harus murtad seperti Bilal bin Rabbah, keluarga Yasir dst. Mereka dipaksa menyatakan kekufuran. (lihat An Nahl 106 dan An Nisa’ 97-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab seorang berkaitan erat dengan kewajiban yang dibebankan padanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat maka semakin tinggi pula tanggungjawabnya. Seorang pemimpin negara bertanggung jawab atas prilaku dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya, masyarakatnya dan rakyatnya. Hal ini ditegaskan Allah sbb.; “Wahai orang-orang mukmin peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At Tahrim 6) Sebagaimana yang ditegaskan Rasululah saw : “ Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya..”(Al Hadit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggungjawab vertikal ini bertingkat-tingkat tergantung levelnya. Kepala keluarga, kepala desa, camat, bupati, gubernur, dan kepala negara, semuanya itu akan dimnitai pertanggungjawabannya sesuai dengan ruang lingkup yang dipimpinnya. Seroang mukmin yang cerdas tidak akan menerima kepemimpinan itu kecuali dengan ekstra hati-hati dan senantiasa akan mempeprbaiki dirinya, keluarganya dan semua yang menjadi tanggungannya. Para salafus sholih banyak yang menolak jabatan sekiranya ia khawatir tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin dalam level apapun akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah atas semua perbuatannya disamping seluruh apa yang terjadi pada rakyat yang dipimpinnya. Baik dan buruknya prilaku dan keadaan rakyat tergantung kepada pemimpinnya. Sebagaimana rakyat juga akan dimintai pertanggungjawabannya ketika memilihseorang pemimpin. Bila mereka memilih pemimpin yang bodoh dan tidak memiliki kapabilitas serta akseptabilitas sehingga kelak pemimpin itu akan membawa rakyatnya ke jurang kedurhakaan rakyat juga dibebani pertanggungjawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penguasa tidak akan terlepas dari beban berat tersebut kecuali bila selalu melakukan kontrol, mereformasi yang rusak pada rakyatnya , menyingkirkan orang-orang yang tidak amanah dan menggantinya dengan orang yang sholeh. Perrtolongan allah tergantung niat sesuai dengan firman Allah&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah akan ditunjuki hatinya danAllah Maha Mengetahui ats segala sesuatu." (At Taghobun 11) &lt;br /&gt;Wallahu a’lamu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-1231879842559936822?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/1231879842559936822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=1231879842559936822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1231879842559936822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1231879842559936822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/09/tanggung-jawab-dalam-islam.html' title='&lt;b&gt;Tanggung Jawab Dalam Islam&lt;/b&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-2791557475487089123</id><published>2008-09-06T12:51:00.003+07:00</published><updated>2008-09-06T13:15:58.141+07:00</updated><title type='text'>Ucapan Selamat dari Menteri Kehutanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SMIgAidJ6eI/AAAAAAAAAC8/wUZQSnsIpr0/s1600-h/surat+dari+Menhut+OK.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SMIgAidJ6eI/AAAAAAAAAC8/wUZQSnsIpr0/s200/surat+dari+Menhut+OK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242788109833857506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jember, Jawa Timur – &lt;/b&gt;Kemarin, Jum’at (5/09/08) Menteri Kehutanan Republik Indonesia memberikan ucapan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada Pasangan Didik &amp; Novi –Pengantin dengan mahar (mas kawin) 24 Batang Pohon Jati Emas– melalui faximile. Surat dengan nomor : S.516/Menhut-II/2008 tersebut berisi ucapan selamat dan menginformasikan bahwa Departemen Kehutanan memiliki program tanam pohon, yaitu Program “Kecil Menanam Dewasa Memanen” (KMDM) dan pencanangan Bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional Serta tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Menteri Kehutanan Dr. (H.C) H. M. S Kaban menghimbau agar membudayakan menanam pohon sejak dini untuk masa depan generasi berikutnya. “Dalam banyak kesempatan saya juga sering menghimbau agar membudayakan menanam pohon yang dimulai dari sejak awal membina rumah tangga dengan memberi bibit pohon kepada calon isteri sebagai mahar, sebagaimana yang telah saudara laksanakan” ujarnya kepada Didik dalam surat yang tertanggal 4 September 2008.&lt;br /&gt;Ditemui diruang kerjanya, Didik merasa surprise terhadap datangnya surat ini. “Saya tak mengira mendapatkan penghargaan dari Pak Menteri atas pernikahan saya. Kemarin saya baca di Koran lokal (Jawa Pos, Radar Jember, red) bahwa Pak Menteri akan memberi hadiah khusus kepada saya dan istri saya. Ini benar-benar surprise untuk kami” ujarnya.&lt;br /&gt;“Saya berharap semoga bibit pohon jati emas tersebut dapat ditanam dan dipelihara dengan baik dan semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi calon-calon pengantin yang lain” pesan Dr. (H.C) H. M. S Kaban selaku Menteri Kehutanan pada alenia penutupnya. &lt;br /&gt;Sebagai tembusan, surat tersebut juga diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Bupati Sukoharjo, Bupati Bondowoso, KKPH Perum Perhutani Jember, BKSDA Jawa Tengan dan BKSDA Jawa Timur I. &lt;b&gt;(dick)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-2791557475487089123?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/2791557475487089123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=2791557475487089123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/2791557475487089123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/2791557475487089123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/09/ucapan-selamat-dari-menteri-kehutanan.html' title='&lt;b&gt;Ucapan Selamat dari Menteri Kehutanan&lt;/b&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SMIgAidJ6eI/AAAAAAAAAC8/wUZQSnsIpr0/s72-c/surat+dari+Menhut+OK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-1747904199601222567</id><published>2008-09-02T21:31:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T21:35:18.983+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1O_tNHEmI/AAAAAAAAACs/7sdF3AP1aVM/s1600-h/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1O_tNHEmI/AAAAAAAAACs/7sdF3AP1aVM/s200/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241432397702435426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-1747904199601222567?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/1747904199601222567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=1747904199601222567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1747904199601222567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1747904199601222567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/09/blog-post.html' title=''/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1O_tNHEmI/AAAAAAAAACs/7sdF3AP1aVM/s72-c/Marhaban+ya+Ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-6873621545963759195</id><published>2008-09-02T12:31:00.004+07:00</published><updated>2008-09-02T21:30:23.883+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Plus Kampanye Penghijauan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1L493iHrI/AAAAAAAAACk/rDNNgK8bN9M/s1600-h/25-jbr-+mas+kawin+pohon+jati+emas.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1L493iHrI/AAAAAAAAACk/rDNNgK8bN9M/s200/25-jbr-+mas+kawin+pohon+jati+emas.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241428983381368498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pernikahan sebagai fase sakral dalam hidup manusia, banyak yang menginginkan pernikahan yang unik dan mengesankan. Tak terkecuali Didik Supriyanto, warga Sukoharjo Jawa Tengah yang memberi mahar berupa 24 batang pohon jati mas kepada calon istrinya di Bondowoso. Bagaimana ide itu bisa muncul?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TERINSPIRASI oleh pernikahan di atas pesawat terbang yang pernah diberitakan media massa, membuat Didik Supriyanto, karyawan sebuah perusahaan swasta di Jember berpikir keras saat akan menikahi pujaan hatinya, Novita Armi Pertiwi. Pasalnya Didik ingin memberikan sesuatu yang spesial di hari pernikahannya bersama gadis Bondowoso itu.&lt;br /&gt;Karena menikah di atas pesawat jelas tidak mungkin dipenuhinya, maka Didik pun bertanya dari satu rekan ke rekan lainnya, konsep pernikahan yang unik. ”Sampai pusing saya mikirnya. Soalnya mahar seperangkat alat salat dan uang atau perhiasan sudah umum. Padahal saya ingin yang berkesan,” katanya.&lt;br /&gt;Setelah bertanya sana-sini, akhirnya ide menggunakan pohon sebagai mas kawin dicetuskan rekannya yang kebetulan kuliah di jurusan Pendidikan Biologi, FKIP Unej. Dasar anak biologi ide yang keluar juga terkait masalah biologi. Terutama isu kerusakan lingkungan yang membuat bumi menderita pemanasan global. &lt;br /&gt;Menurut anak bungsu pasangan Pujiyono dan Sukini (Almh) ini, rekannya benar-benar menyarankan pohon sungguhan bukan pohon plastik atau kayu. ”Saat mendengar ide ini saya langsung tertarik. Tapi bingung mau dikasih pohon apa,” tambahnya. Sebab meski ide ini menarik, pohon yang diberikan pastinya harus berkualitas dan tahan lama. Sekaligus mencerminkan cinta kedua pasangan ini yang ingin menyatu hingga kakek-nenek.&lt;br /&gt;Awalnya rekannya langsung memberi ide agar Didik memberi Novi pohon buah-buahan. Namun Didik merasa kurang &lt;i&gt;sreg,&lt;/i&gt; sebab pohon buah kurang eksklusif meski memiliki nilai ekonomis. Apalagi dia tetap bertahan ingin mencari pohon yang umur hidupnya lama. Tak habis akal, dia akhirnya memilih mencari referensi, tidak hanya buku tapi juga di internet.&lt;br /&gt;Pilihannya jatuh pada pohon jati emas yang membutuhkan waktu 40 tahun agar bisa menjadi besar dan kokoh. Apalagi jati emas memiliki tajuk pepohonan yang akan menyerap dan menguraikan zat-zat pencemar (polutan) dan cahaya yang berlebihan. Tajuk itu juga melakukan proses fotosintesis yang menyerap karbondioksida dari udara dan melepaskan kembali oksigen dan uap air ke udara. Semua ini membantu menjaga kestabilan iklim.&lt;br /&gt;Waktu yang lama untuk menjadi besar dan kegunaan jati emas bagi lingkungan, membuat dia memutuskan pohon jati emas sebagai mahar bagi calon istrinya. ”Namun sebelum saya berikan, saya tetap mengomunikasikan dengan calon istri,” katanya.&lt;br /&gt;Pucuk dicinta ulam pun tiba, Novi menyetujui usul Didik memberinya mahar pohon jati emas. Agar lebih bermakna jumlah 24 batang dipilih sebagai simbol hari bahagia mereka. ”Angka itu juga menunjukkan bahwa angka-angka yang ada di tanggal 24 Agustus 2008 jika dijumlah tetap 24,” sambungnya. &lt;br /&gt;Sayangnya usaha Didik memberikan pohon jati emas kepada Novi tidak semudah membalik telapak tangan. Dia harus bersusah payah mencari toko tanaman hingga menghubungi pihak Perhutani Jember demi mendapatkan pohon yang akarnya memiliki kemampuan menjaga tanah dari kemungkinan erosi ini. Hingga dua hari menjelang akad nikah dia baru mendapat informasi dari rekannya bahwa ada salah seorang penjual tanaman yang memiliki pohon jati emas.&lt;br /&gt;”Syukur akhirnya niat saya terwujud. Mudah-mudahan bisa membawa berkah,” katanya. Sebanyak 24 batang pohon jati emas itu akhirnya bisa dia berikan kepada calon istrinya pada akad nikah, Ahad (24/08/2008) kemarin . Di hadapan penghulu dan sejumlah saksi dia dengan mantap mengatakan memberi mahar sang istri 24 batang pohon jati emas beserta seperangkat alat salat, dan sebuah cincin emas. Mendengar mahar yang akan diberikan berupa batang pohon jati emas, beberapa undangan sempat tersenyum dan berbisik-bisik, bahkan Novi juga tersenyum saat suaminya menyerahkan pohon-pohon jati emas itu padanya.&lt;br /&gt;Masih menurut Didik, rencananya pohon-pohon itu akan ditanam di kebun milik keluarga istrinya. ”Setidaknya kami ikut menyukseskan program penghijauan,” pungkasnya. &lt;b&gt;(Elita Sitorini, Jawapos Radar Jember)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-6873621545963759195?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/6873621545963759195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=6873621545963759195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/6873621545963759195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/6873621545963759195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/09/pernikahan-plus-kampanye-penghijauan.html' title='&lt;b&gt;Pernikahan Plus Kampanye Penghijauan&lt;/b&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SL1L493iHrI/AAAAAAAAACk/rDNNgK8bN9M/s72-c/25-jbr-+mas+kawin+pohon+jati+emas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-8245656842124322281</id><published>2008-08-19T22:36:00.003+07:00</published><updated>2008-08-19T22:42:12.622+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SKrpzFAJ7GI/AAAAAAAAACc/7alyiXS7Bt0/s1600-h/Online1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SKrpzFAJ7GI/AAAAAAAAACc/7alyiXS7Bt0/s400/Online1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236254580497050722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hai teman-teman..., datang ke pernikahanku ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-8245656842124322281?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/8245656842124322281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=8245656842124322281' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/8245656842124322281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/8245656842124322281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/08/hai-teman-teman.html' title=''/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_50uugI1JbQI/SKrpzFAJ7GI/AAAAAAAAACc/7alyiXS7Bt0/s72-c/Online1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-1862489754561382349</id><published>2008-06-25T11:53:00.003+07:00</published><updated>2008-06-25T12:09:14.055+07:00</updated><title type='text'>KOMITMEN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Pelaksanaan PON ke 17 yang dijadualkan Juli 2008 di Kaltim terancam melahirkan banyak masalah. Pasalnya sampai dengan pertengahan April yang lalu, berbagai fasilitas tempat pertandingan masih banyak yang belum selesai sesuai dengan target. Bahkan greget menyambut PON pun tenggelam di bawah hingar bingar persiapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim. Ini bisa dilihat dari minimnya materi publisitas PON di tempat-tempat umum, tidak seperti maraknya foto-foto calon pasangan gubernur dan wakil gubernur yang terpampang di setiap sudut kota.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Merespon situasi semacam ini, sebagian masyarakat berkomentar bahwa panitia inti PON Kaltim lebih berkonsentrasi pada kegiatan Pilkada ketimbang berkoordinasi mempersiapkan pelaksanaan PON. Sebagaimana dikemukakan para guru saat mengikuti seminar yang penulis isi di Samarinda hari Minggu lalu. Respon serupa juga dilontarkan Menteri Negara Pemuda &amp; Olahraga ketika menolak usulan agar PON diundur. Mengapa ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;Selain karena jadual pelaksanaan PON dan Pilkada sangat dekat, juga karena beberapa personil panitia sedang tersandung masalah dugaan korupsi sehingga harus ditahan. Lebih dari itu, komitmen panitia untuk menyukseskan PON barangkali tidak semilitan untuk menyukseskan Pilkada. Akibat lebih lanjut dari komitmen yang rendah ini, maka koordinasi pun menjadi sulit dilaksanakan.&lt;br /&gt;Itulah arti penting komitmen bagi perwujudan keberhasilan. Ia memang bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan sebuah keberhasilan. &lt;b&gt;Namun tanpa komitmen, keberhasilan menjadi sulit direalisasikan. Dalam bidang dan profesi apa pun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Coba kita tengok kembali apa yang dilakukan oleh Prof. Yohanes Surya, misalnya. Komitmen beliau untuk mengantarkan anak-anak bangsa ini agar sejajar dengan anak-anak bangsa lainnya di bidang fisika, tidak pernah kendur. Bahkan dalam situasi paling sulit sekali pun (yakni tidak cukup dana untuk mengirim tim), beliau tetap bersikukuh untuk mengirim tim olimpiade fisika kita pergi bertanding. Dan hasilnya pun sangat membanggakan kita semua.&lt;br /&gt;Dalam realitas kehidupan kita, komitmen seringkali berkaitan erat dengan integritas. &lt;b&gt;Artinya, pribadi-pribadi yang memiliki integritas tinggi pada umumnya menjadi pribadi yang komitmennya juga tinggi. Begitu pula sebaliknya.&lt;/b&gt; Bagaimana kita menemukan integritas dalam diri kita masing-masing ?&lt;br /&gt;Cobalah dengan bertanya pada diri sendiri hal-hal berikut ini : &lt;b&gt;apakah kita sudah bersikap apa adanya dengan diri sendiri dan dengan orang lain ? &lt;/b&gt;Lalu, &lt;b&gt;apakah kita sudah melakukan hal yang sudah kita janjikan sebelumnya ?&lt;/b&gt; Jika jawaban yang kita miliki adalah ‘ya’ maka kita pantas bersyukur bahwa kita punya integritas diri yang baik, yang pada gilirannya akan melahirkan komitmen yang baik. Karena sesungguhnya komitmen itu bisa diartikan dengan ‘saya harus melakukan hal-hal yang sudah saya sanggupi atau saya targetkan’, terlepas dari apakah ada pengawasan atau tidak, ada penilaian atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HD. Iriyanto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Direktur GIM – HRD Training Centre Jogja dan Motivator &amp; Inspirator Religiospiritual)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-1862489754561382349?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/1862489754561382349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=1862489754561382349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1862489754561382349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1862489754561382349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/06/komitmen.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;KOMITMEN&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-5122025252186123341</id><published>2008-03-12T13:44:00.004+07:00</published><updated>2008-03-12T13:50:32.984+07:00</updated><title type='text'>Komentar Lukisan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Alkisah, ada seorang pelukis terkenal. Hasil lukisannya banyak menghiasi dinding rumah orang-orang kaya. Si pelukis dikenal dengan kehalusan, ketelitian, keindahan, dan kemampuan memperhatikan detail obyek yang digambarnya. Karena itu, pesanan lukisannya tidak pernah berhenti dari para kolektor maupun pecinta barang-barang seni&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Suatu hari, setelah menyelesaikan sebuah lukisan, si pelukis merasa sangat puas dengan hasil lukisannya. Menurut pandangannya, lukisan itu sempurna. Maka, dia lantas bermaksud mengadakan pameran lukisan agar orang-orang dapat menikmati, serta mengagumi keindahan dan kehebatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pameran, si pelukis meletakkan sebuah buku di dekat lukisan dengan sebuah tulisan: "Yang terhormat, para pecinta dan penikmat seni. Setelah melihat dan menikmati lukisan ini, silakan isi di buku ini komentar Anda tentang kelemahan dan kekurangannya. Terima kasih atas waktu dan komentar Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung pun silih berganti mengisi buku itu. Setelah beberapa hari, si pelukis pun membaca buku berisi komentar pengunjung pameran dan dia merasa kecewa sekali dengan banyaknya catatan kelemahan yang diberikan. "Orang-orang ini memang tidak mengerti indahnya lukisan ini. Berani-beraninya mereka mengritik!" batin si pelukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, dia tetap yakin bahwa lukisannya itu sangat bagus. Maka, untuk itu dia ingin menguji sekali lagi komentar orang lain, tetapi dengan metode yang berbeda. Untuk itu, ia membuat pameran sekali lagi, namun di tempat yang berbeda. Kali ini, ia juga menyertakan sebuah buku untuk diisi oleh pengunjung yang melihat lukisannya. Tetapi kali ini, penikmat lukisannya tidak dimintai komentar kelemahan, namun untuk memberikan komentar tentang kekuatan dan keindahan lukisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari, si pelukis kembali membaca buku komentar pengunjung. Kali ini, dia tersenyum senang setelah membacanya. Jika pengunjung yang terdahulu mengritik dan melihat kelemahannya, maka komentar yang didapatkannya kali ini berisi banyak pujian dan kekaguman atas lukisan yang dibuatnya. Bahkan, banyak dari hal-hal yang dikritik waktu itu, sekarang justru dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pameran lukisan yang diadakannya, si pelukis mendapatkan sebuah pembelajaran bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Apapun yang kita kerjakan, sehebat dan sesempurna apapun menurut kita, ternyata di mata orang lain, ada saja kelemahan dan kritikannya. Namun, pastilah ada juga yang memuji dan menyukainya. Jadi, tidak perlu marah dan berkecil hati terhadap komentar orang lain. Asalkan kita mengerjakan semua pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan dilandasi niat baik, itulah persembahan terbaik bagi diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembaca yang budiman,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Memang, kehidupan di dunia ini tidak ada yang sempurna, (mei yu sek jien sek me). Apa yang kita pikirkan, yang kita yakini, yang kita kerjakan, dan  yang kita hasilkan, pasti selalu ada sisi pro dan kontra. Maka, kalau kita bersikukuh dengan sesuatu yang kita miliki dan kita yakini, maka hal tersebut bisa jadi justru mendatangkan masalah, konflik, atau bahkan rasa antipati. Tentu, jika itu yang terjadi, akan membuat kita tidak bahagia, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita mampu menghargai setiap perbedaan sebagai hak asasi setiap insan, maka akan timbul keselarasan dan keharmonisan. Jika kita bisa menerapkan toleransi dan saling menghargai, maka ke mana pun kita pergi, dengan siapa pun kita bergaul, akan selalu ada tempat yang nyaman dan damai buat kita sehingga kebahagiaan selalu kita rasakan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Andrie Wongso)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-5122025252186123341?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/5122025252186123341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=5122025252186123341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/5122025252186123341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/5122025252186123341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/03/alkisah-ada-seorang-pelukis-terkenal.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Komentar Lukisan&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-1836234772619373049</id><published>2008-03-04T16:40:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T16:45:02.231+07:00</updated><title type='text'>Pertapa Muda Dan Kepiting</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. " Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu. (Andrie Wongso)&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-1836234772619373049?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/1836234772619373049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=1836234772619373049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1836234772619373049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/1836234772619373049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/03/pertapa-muda-dan-kepiting.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Pertapa Muda Dan Kepiting&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-7254905052667300497</id><published>2008-01-23T18:01:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T14:03:46.598+07:00</updated><title type='text'>Makna Pekerjaan Anda</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat sebuah artikel yang sangat menarik. Selesai membaca artikel ini, saya jadi semangat dalam setiap pekerjaan saya. Yach, walaupun kadangkala saya mendapat pekerjaan yang (bisa dibilang) remeh, tapi saya tidak mau menganggapnya remeh. Saya akan berusaha menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini sederhana, namun mempunyai pesan yang sangat dalam. Artikel ini ditulis oleh JAMES GWEE. Nah, bagi anda yang ingin membacanya, berikut saya tuliskan kembali dengan selengkapnya.&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.&lt;br /&gt;Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan “seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah. &lt;br /&gt;Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.&lt;br /&gt;Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.&lt;br /&gt;Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelahpintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi&lt;br /&gt;dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.&lt;br /&gt;Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,” James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.&lt;br /&gt;“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka.&lt;br /&gt;Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya.”&lt;br /&gt;Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.&lt;br /&gt;Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian , Manajer atau Kadiv ?&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-7254905052667300497?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/7254905052667300497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=7254905052667300497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7254905052667300497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7254905052667300497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/01/beberapa-waktu-yang-lalu-saya-mendapat.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Makna Pekerjaan Anda&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-6899671748392367352</id><published>2008-01-22T13:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T14:03:25.280+07:00</updated><title type='text'>Tutup Usia: Ny. Kastiyan Isteri Dr. Hidayat Nurwahid</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Eramuslim. Com - Yogyakarta.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,&lt;/i&gt; telah berpulang ke rahmatullah Ny. Kastian Indriawati, isteri dari Ketua MPR-RI, Dr. Hidayat Nurwahid, dini hari 22 Januari 2008 pada jam 00. 49 di Rumah Sakit Jogya International Hospital (RS JIH).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya beliau masih diberitakan mengalami stroke ringan dan dirawat di rumah sakit tersebut, namun tengah malam atau dini hari ini, Eramuslim menerima kabar duka dari Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menerima kabar pertama tentang dirawatnya beliau, Eramuslim telah bergerak langsung ke Yogyakarta. Namun belum sampai ke kota tujuan, telah diterima kabar duka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah besok pagi kelengkapan berita ini akan kami terus laporkan sesampainya tema di rumah duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, besok jam 14.00 jenazah akan dimakamkan di TPU Kebon Dalem Prambanan Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga besar Eramuslim mendoakan semoga arwah almarhumah diterima Allah SWT, diampuni dosa-dosanya dan dijadikan kuburnya menjadi taman di antara taman surga. Dan semoga keluarganya diberikan ketabahan dan keteguhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha (PM)&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-6899671748392367352?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/6899671748392367352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=6899671748392367352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/6899671748392367352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/6899671748392367352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/01/tutup-usia-ny-kastiyan-isteri-dr.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Tutup Usia: Ny. Kastiyan Isteri Dr. Hidayat Nurwahid&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-5623410959431298116</id><published>2008-01-21T14:50:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T14:03:03.691+07:00</updated><title type='text'>Apakah Anda Bos yang Baik?</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;Bos yang baik, dalam tilikan yang paling sederhana bisa dikatakan adalah bos yang bisa memberi kemudahan bagi karyawannya. Yakni, membantu menciptakan situasi yang memungkinkan karyawan bekerja tanpa rintangan. Sederhana bukan? Tapi, implementasinya tentu tak sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;David Sirota,&lt;/b&gt; pimpinan Sirota Survey Intelligence -sebuah lembaga riset di New York- memberi panduan lewat buku yang dia tulis bersama dua rekannya, berjudul &lt;b&gt;&lt;i&gt;The Enthusiastic Employee: How Companies Profit by Giving Workers What They Want.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Apakah Anda termasuk bos yang baik, atau buruk? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mulailah dengan pertanyaan mendasar: Apa yang membuat seorang bos baik di mata karyawan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua riset yang dilakukan Sirota atas ribuan karyawan sejak 1972, secara konsisten memperlihatkan bahwa secara umum orang punya tiga tujuan dalam bekerja. &lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;b&gt;keadilan – &lt;/b&gt; mereka ingin merasa bahwa keberadaan mereka diakui dan dihargai sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua, &lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;b&gt;pencapaian – &lt;/b&gt; orang ingin bangga dengan perusahaannya dan tempat di mana ia berada. &lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;b&gt;persahabatan - &lt;/b&gt;dalam arti hubungan kerja yang baik dan rasa ikut terlibat dalam tim. Jika tiga hal tersebut terpenuhi, Anda punya karyawan yang bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, pada sebagian besar perusahaan, semangat karyawan baru begitu tinggi, tapi kira-kira 6 bulan kemudian menurun secara tajam. Manajemen telah merusaknya. Yang dilakukan oleh bos yang buruk adalah membuat karyawan merasa tidak aman dengan pekerjaannya. Juga, memperlakukan karyawan layaknya anak kecil atau pelaku kriminal daripada orang dewasa yang bisa bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda lain dari bos yang buruk adalah apabila karyawannya mengeluh, &lt;i&gt;“Jika kami melakukan kesalahan, kami dimarahi tapi kalau kerjaan beres tidak ada ada ucapan terima kasih.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi, mungkin Anda bertanya, mengapa perusahaan harus peduli apakah karyawannya (masih) bersemangat atau tidak –yang penting kan pekerjaan mereka selesai?&lt;/b&gt; Menurut Sirota, banyak bukti persuasif mengenai hubungan langsung antara moral (semangat) karyawan dengan kinerja secara keseluruhan dari perusahaan, termasuk harga sahamnya di pasar. Karyawan yang bersemangat akan memperlakukan &lt;i&gt;customer&lt;/i&gt; dengan baik, dan itu akan sangat berbeda dengan karyawan yang sudah tidak bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah sebagian besar bos –bahkan yang buruk- berpikir bahwa mereka telah melakukan hal yang benar? Jika Anda seorang manajer, bagaimana Anda mengatakan pada bawahan bahwa Anda bos yang baik, atau buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara&lt;/b&gt; yang paling meyakinkan untuk menjawab pertanyaan itu adalah meminta tanggapan dari karyawan. Apa yang mereka pikirkan atas apa yang Anda kerjakan? Di sinilah, evaluasi 360 derajat sangat berguna, karena cara itu memberi kesempatan pada setiap orang untuk mengkritisi Anda secara konstruktif. Jika perusahaan Anda secara formal tidak memiliki program 360 derajat itu, Anda harus mengumpulkan pendapat orang mengenai diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, berhati-hatilah dengan cara Anda bertanya. Sebab, orang sering takut untuk berkata jujur kepada bosnya. Mungkin Anda perlu sedikit &lt;i&gt;training&lt;/i&gt; mengenai bagaimana memulai diskusi, sehingga Anda benar-benar bisa memetik pelajaran yang berharga dari sana.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadikan diri anda Bos Yang Baik.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(dick)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-5623410959431298116?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/5623410959431298116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=5623410959431298116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/5623410959431298116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/5623410959431298116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/01/apakah-anda-bos-yang-baik.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Apakah Anda Bos yang Baik?&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7620955023305655497.post-7131592983710285627</id><published>2008-01-21T13:39:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T14:01:35.338+07:00</updated><title type='text'>TAWAKAL MELINDUNGI DIRI DARI PENYAKIT UJUB DAN TAKABUR</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah ; Riya dan Ujub.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riya : &lt;/b&gt; adalah bagian dari perbuatan syirik mensekutukan Allah, sementara &lt;b&gt;Ujub &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Al-'Alamah As-Safarini menyebutkan perbedaan yang mendetail antara ujub dan takabur)&lt;/i&gt; : adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur. [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Banyak nash-nash yang mencela kedua sikap ini antara lain.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Haritsah bin Wahab : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maukah kalian aku beritakan tentang penghuni neraka ; yaitu setiap orang yang berperangai jahat serta kasar (Lihat An-Nihayah 3/180), orang gemuk yang berlebih-lebihan dalam berjalannya (Lihat pula An-Nihayah 1/416), dan orang-orang yang sombong". [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Tafsir surat Al-Qalam 4918 8/530, At-Tirmidzi bab Jahannam 13, Ibnu Majah bab Zuhud 4, Ahmad dalam Musnadnya 2/169, 214 dan 4/175-306]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Ibnu Mas'ud dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidaklah masuk surga barang siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan yang sebesar biji dzarah (atom) sekalipun". [Hadist Riwayat Muslim bab Imam 91 1/93 dan At-Tirmidzi bab Al-Birru was-shilah 1998-1999 4/360-361]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam satu hadits disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang yaitu : Kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti serta seseorang yang membanggakan dirinya sendiri". [Hadits ini disebutkan oleh Al-Mundziry dalam kitab At-Targhib wa Tarhib 1/162 yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi serta dibenarkan oleh Al-Albany]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said bin Jabir berkata : "Sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan kebaikan lalu perbuatan baiknya itu menyebabkan ia masuk neraka, dan sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan buruk lalu perbuatan buruknya itu menyebabkan dia masuk neraka, hal itu dikarenakan perbuatan baiknya itu manjadikan ia bangga pada dirinya sendiri sementara perbuatan buruknya menjadikan ia memohon ampun serta bertobat kepada Allah karena perbuatan buruknya itu". [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembah kepada Allah dan bersikap tawakal kepada-Nya adalah merupakan obat penawar untuk mencegah kedua penyakit yang buruk ini yaitu Ujub dan Takabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : "Seseorang yang melakukan riya' pada hakekatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu aku menyembah), dan orang yang bersikap ujub (bangga kepada diri sendiri) pada hakekatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) dan barangsiapa yang melaksanakan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah), maka ia telah keluar dari sikap riya, dan barang siapa yang melaksanakan firman Allah (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), maka ia telah keluar dari sikap ujub". [Majmu Al-Fatawa 10/277]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Ibnul Qayyim berkata : "Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka obat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan obat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)". [Madarijus Salikin 1/54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;[Disalin dari buku At-Tawakkul 'Alallah wa 'Alaqatuhu bil Asbab oleh Dr Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji dengan edisi Indonesia Rahasia Tawakal dan Sebab Akibat hal.116-117 bab Buah Tawakal terbitan Pustaka Azzam,Th 1999. Penerjemah Drs Kamaluddin Sa'diatulharamaini dan Farizal Tarmizi]&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7620955023305655497-7131592983710285627?l=didikcakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didikcakep.blogspot.com/feeds/7131592983710285627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7620955023305655497&amp;postID=7131592983710285627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7131592983710285627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7620955023305655497/posts/default/7131592983710285627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didikcakep.blogspot.com/2008/01/tawakal-melindungi-diri-dari-penyakit_21.html' title='&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;TAWAKAL MELINDUNGI DIRI DARI PENYAKIT UJUB DAN TAKABUR&lt;/font&gt;'/><author><name>dick@rt creative</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05890846817755830181</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02556820739967349377'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>